Belajar SEO

Larangan Saat Melakukan Optimisasi SEO On Page

Blogging, SEO 0
jasa SEO

Ini adalah pelajaran basic untuk siapa saja yang mau belajar SEO. Tanpa mengetahui sejumlah larangan-larangan saat melakukan pengoptimasian SEO website secara on page (on site) maka cepat atau lambat akan mengalami sejumlah hal yang sangat menyakitkan :D.

Sebagaimana hampir semua orang tahu bahwa kesuksesan website bisa berada di posisi teratas adalah bahwa website tersebut harus memenuhi dua buah element SEO yakni baik dari sisi website itu sendiri (teroptimasi dari sisi on page atau on site) dan baik dari sisi luar website (teroptimasi dari sisi off page atau off page). Pada keduanya ada sejumlah teknik yang dilarang untuk kita lakukan yang didalam artikel ini akan saya ketengahkan hal-hal yang sangat dilarang untuk kita lakukan pada saat mengerjakan pengoptimasian website dari sisi on page optimization.

Akibat dari mengabaikan larangan ini adalah maka cepat atau lambat website yang anda optimasikan bisa terkena penalize dari Google. Karena itu bacalah artikel ini hingga tuntas.

Membuat Content Secara Otomatis

Contoh membuat content secara otomatis itu adalah:

  1. meng-copy artikel berbahasa asing kemudian mentranslate dan mempublikasikannya tanpa melalui proses pengeditan
  2. meng-copy artikel dari blog lain kemudian di rekayasa (spin) menggunakan software article spinner
  3. melakukan streaming atau grabbing content yang berasal dari rss feed
  4. content curator (mengambil content dari beberapa blog sekaligus lalu kemudian di-spin)

Sneaky Redirects

Me-redirect pengunjung ke url yang berbeda dengan url yang di inginkannya. Contoh misalkan anda mengunjung url ini http://jbsgroup.xyz/blog/bagaimana-cara-mudah-membuat-website-yang-seo/ tapi ketika anda tiba di url tersebut anda di redirect ke halaman lainnya yang sama sekali tidak anda inginkan. Dalam prakteknya sering kita temukan pada url-url link download yang terdapat banyak sekali popup.

Cara seperti ini jelas adalah cara SEO on page yang salah dan melanggar Google webmaster guidelines. Sebab teknik semacam ini mencoba untuk menampilkan konten yang berbeda untuk pengguna dan Googlebot, yang tujuannya adalah untuk menambah pengunjung di tempat lain selain yang di inginkan oleh pengunjung human.

Beberapa contoh Sneaky Redirect (pengalihan yang licik):

  1. Ketika yang datang ke sebuah url itu adalah Googlebot maka website menampilkan content  A tetapi bila pengguna lain (human) yang datang maka ia akan diarahkan ke url yang beda sama sekai
  2. Bila yang datang useragent berasal dari Desktop ia mengunjungi halaman yang normal tapi bila yang datang useragent lainnya ia diarahkan ke url lainnya yang tidak sama.

Cloacking

Cloaking hampir sama dengan redirect yang membedakannya bahwa semua pengunjung tidak ada yang di redirect. Contoh pengaplikasiannya antara lain adalah:

  1. didalam url A dibuat content untuk bot (Googlebot) isinya A
  2. didalam url A dibuat content untuk human isinya B

Hidden Text Atau Link

Anda membuat font color yang sama dengan background color atau membuat text menggunakan ukuran font yang tidak telihat. Khusus untuk kasus ini hanyalah bisa dilakukan oleh mereka yang mengerti CSS tujuannya adalah untuk menambah keyword density, menyembunyikan text atau link.

Contoh kode CSS untuk membuat hidden text atau link ini adalah:

<p style="background: white; color: white;">Ini Hidden Text</p>

atau

<p style="font-size: 1px;">Ini Hidden Text</p>

atau

<a style="background: white; color: white;" href="http://google.com/">Ini Hidden Text</a>

Doorway Pages

Teknik doorway pages ini kebanyakan dilakukan oleh para noobi yang tidak tahu teknik SEO on page sama sekali. Teknik doorway pages ini adalah membuat artikel atau url yang ditujukan untuk memenuhi pencarian terspesifikasi misalnya:

  1. membuat content yang secara substansial memiliki kesamaan dengan artikel lainnya. Dalam prakteknya bisa seperti ini; membuat artikel yang berjudul dan berisi tentang: jasa SEO Jakarta, jasa SEO Bogor, jasa SEO Bandung, jasa SEO Medan dst
  2. membuat lusinan sub domain yang berbasis pada local search atau membidik keyword-keyword tertentu misalnya; anda memiliki domain murahmeriah.com kemudian anda membuat sub domain dengan nama baju.murahmeriah.com, kemeja.murahmeriah.com, tokobajubandung.murahmeriah.com, tokojilbabbogor.murahmeriah.com dst

Copy Paste Artikel

Tindakan inipun sering dilakukan para noobi alias blogger amatiran. Mencopy artikel dari blog A kemudian mem-paste di blog B dengan tujuan mendapatkan traffic tanpa mau menggunakan otaknya untuk berpikir kreatif atau menemukan ide-ide yang bermanfaat untuk orang lain.

Selain para blogger nobi looser tindakan copy paste inipun kerap dikerjakan para penggiat program afiliasi. Contoh kongkretnya adalah para anggota affiliate Amazon yang menggunakan plugin WP Robot untuk meng-scrape produk berdasarkan konfigurasi yang ditelah dilakukannya.

Keyword Stuffing

Keyword stuffing artinya adalah “keyword lebay” dimana pada saat anda membuat content, didalam content tersebut terdapat kata (dalam artian berbentuk keyword) yang berulang-ulang memenuhi semua sisi website. Contoh keyword stuffing bisa anda lihat pada gambar website dibawah ini:

keyword stuffing - Kursus SEO Gratis

Website gambar diatas lebih pantas disebut dengan tong sampah dibanding kita menyebutnya sebuah webiste đŸ˜€

Membuat Content Berisi Script Berbahaya

Biasanya hal ini berhubungan dengan adware dimana terdapat popup berisi script-script java yang berbahaya. Contohnya:

adware

Spam Content Submission

Bila anda memiliki blog yang mana didalam blog anda terdapat fitur yang mana orang lain bisa mendaftar dan menulis artikel tapi artikel yang di tulisnya berasal dari artikel-artikel reycle (SPAM content).

Contohnya biasanya terdapat pada:

  1. low quality article directory
  2. fasilitas user blog yang terdapat pada forum-forum
  3. backlink-backlink yang terdapat didalam backlink list software SEO Senuke
  4. wiki berkualitas rendah yang banyak terdapat di seantero dunia maya
  5. dst
Tags:
Jasa Pembuatan Website

Leave a Reply